A Letter for You : #1 Berhenti Khawatir

source : lovethispic.com source : lovethispic.com

#1

Berhenti Khawatir

*

Dear kamu,

Bagaimana kabarmu nanti ketika membaca surat ini? Continue reading

Advertisements

sometimes

Sometime, there’s just feeling that you can’t describe, words that you can’t say, and moments that you wanna share, but you just feel you can’t

And when you keep it inside, all the things that come out is tears.

You don’t know but it happens just like that. You’ll never know.

*

*

[#FiksiLaguku] Aku Cuma Mau Mati!

Gadisku selalu saja repot sejak tumor otak bersahabat denganku. Daun sirsak, pengobatan alternatif, kemoterapi, semuanya dilakukan. Mau makan apa pun dilayani. Bakmi, sate, rendang, bahkan pizza yang harganya cukup selangit. Sifatnya yang tadinya sedikit tidak acuh berubah menjadi sangat pengertian. Ku pikir aku harus sakit agar bisa disayang, tapi lambat laun aku muak.

“Ini rebusan daun sirsaknya.” Gadisku membawakan satu gelas air bening kehijauan. Rebusan daun sirsak katanya, manjur, tapi aku tak pernah bisa melawan pahitnya. Ku teguk sedikit kemudian kumuntahkan. Makian pun keluar dari bibir manisnya, nyeri di kepalaku pun bertambah setelah itu.

“Kamu nggak mau sembuh, Mas?” tanyanya. Nadanya meninggi.

“Nggak! Aku sudah pernah bilang sama kamu, aku lelah. Aku cuma mau mati. Aku sayang kamu tapi tolong, biarkan aku mati.”

**

Ditulis untuk tantangan #FiksiLaguku dari @KampusFiksi. Terinspirasi dari lagu Huh Gak, I Told You I Wanna Die.