#225 – Online Friends

#225 – Online Friend

Photo by James Pond

Jika anak sekolah lainnya berkumpul di sudut kantin sambil menyantap makan siang, atau sebagian lainnya sibuk merokok diam-diam di sudut halaman belakang sekolah, aku duduk diam di taman samping sekolah.

Pohon oak yang menaungiku sedang rindang-rindangnya, tapi tak berguna karena dia juga tidak bisa kuajak bicara. Yang kubutuhkan sesungguhnya teman bicara, bukan pohon rindang yang sejuk. Ketika santapan siangku sudah habis, aku hanya berkutat dengan ponsel pintarku. Tak ada pilihan meski aku bosan dibuat bodoh oleh si pintar itu. Mungkin jika aku berkenalan dengan gadis cantik di Twitter atau Instagram, hidupku akan terasa lebih menarik. Atau melihat live dari gadis cantik di Bigo.

Ting!

Ponselku berbunyi, sebuah sapaan masuk. Bukan dari media sosial mana pun. Hanya muncul di layar ponselku, entah bagaimana.

12:32 Aku bisa menjadi temanmu.

Apa-apaan ini?

12:35 Aku nyata. Tapi jangan memintaku mengirimkan foto atau meneleponku lewat Skype. Aku belum belajar cara meretas Skype dan mengirim foto lewat planetku.

Advertisements

One thought on “#225 – Online Friends

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s