Hello After Goodbye: Story of 60 Years Old Couple

Lagu yang terputar ketika kalian membaca ini dinyanyikan oleh Kim Kwang Seok, berjudul Story of 60 Years Old Couple (1995).

Ketika mendengar lagu lama ini, gambar yang muncul dalam imajinasi saya adalah sebuah keluarga besar dengan ayah dan ibu yang usianya sudah melampaui setengah abad, anak perempuan tertua yang sudah menikah dan memberikan satu orang cucu laki-laki berusia sekitar lima tahun, kemudian anak laki-laki yang berada di sekitar usia dua puluhan. Mereka duduk di sebuah sofa besar, saling bercerita tentang keluarga dan memori-memori indah di masa lalu, seperti ketika pernikahan sang kakak, atau ketika adiknya pertama kali masuk kuliah, dan cerita-cerita lainnya yang layak untuk diperbincangkan, yang memenuhi malam dengan tawa, haru, dan perasaan ingin mengulangnya kembali.

Ya, seperti itulah kurang lebih juga gambaran Hana pada keluarganya. Jika saja ayah Hana masih berada bersamanya. Yang saya pikirkan ketika menulis kisah Hana adalah, bagaimana Hana memandang sebuah keluarga hingga akhirnya dia bertekad mencari sendiri keluarga baginya. Hana hanya tidak ingin ibunya pergi menyirami bunga setiap sore sambil bersenandung sendirian, karena Hana tahu rasanya pasti sepi. Jika tidak percaya, cobalah melakukannya setiap hari. Mungkin ketika melakukannya, tidak akan terasa sepi, namun ketika selesai. Kita akan sadar bahwa tidak ada yang bisa dilakukan setelah menyiram bunga. Tidak ada obrolan dengan si pendamping hidup yang membuat kita jatuh cinta setiap hari.

Semakin menyadari, keluarga adalah orang-orang pertama yang mengajarkan kita tentang cinta. Bukankah manis, melihat sepasang kekasih yang saling mencintai hingga usia mereka lebih dari enam puluh tahun.

Saya tidak tahu apakah kalian akan bersimpati terhadap Hana, atau malah menganggap Hana terlalu memaksakan keinginannya. Hana punya jalannya sendiri untuk menjalani tujuan hidupnya.

Sama seperti saya.

Satu hal yang sama antara Hana dan saya adalah, kami sama-sama merindukan ayah kami. Tetapi tentunya jalan kami berbeda. Saya, memilih mengenang, dan berharap ayah datang dalam mimpi malam ini, esok malam, dan malam-malam seterusnya. Sementara Hana? Kalian akan tahu respon yang Hana pilih dalam novel debut saya, Hello After Goodbye.

Selamat berkenalan dengan Hana dan mencari tahu pilihan hidupnya.

Love,

signature

p.s. image credit : homeandhearth@tumblr

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s