Yuk, Kenalan Sama Tionghoa Benteng (Cina Benteng)!

Bingung gak sih waktu pertama lihat judul postingan ini? Bagi warga Tangerang mungkin udah gak asing lagi sama yang namanya Cina Benteng, which is kayaknya udah jadi salah satu elemen dari Tangerang itu sendiri. Sedikit cerita, dulu saya gak pernah tuh mikirin kenapa Cina Benteng bisa ada, kenapa saya disebut seorang Cina Benteng? Karena apa? Karena notabene teman-teman dan lingkungan keluarga saya memang sama, mayoritas adalah etnis Cina Benteng. Sejak saya merasakan kehidupan dengan teman-teman baru di Bandung, yang mayoritas etnis Tionghoanya berbeda dengan saya, saya jadi penasaran. Bahkan mereka bertanya-tanya apa sih Cina Benteng itu?

Sebagai etnis sendiri, malu dong kalau misalnya gak tahu apa itu Cina Benteng. Saya ingat waktu SMA kelas satu, guru sejarah saya memberi tugas membuat makalah tentang Sejarah  Cina Benteng dan yang masih saya ingat, berhubungan dengan Cina Benteng adalah Teluk Naga, Pasar Lama, Benteng Makassar.

Istilah Cina Benteng pada awalnya berasal dari sebutan lama Kota Tangerang yaitu Benteng (sumber lain menyebutkan juga Boen-Teng). Di pinggiran Sungai Cisadane (sekarang : Benteng Makassar) dahulu adalah benteng-benteng pertahanan untuk mencegah serangan Belanda ke Kesultanan Banten. Keberadaan komunitas Tionghoa pertama diawali dengan kedatangan rombongan Tjen Tjie Lung di muara sungai Cisadane yang sekarang dikenal dengan Teluk Naga. Rombongan yang dibawa oleh Tjen Tjie Lung pada akhirnya menikah dengan warga setempat dan sebagian pindah menyebar ke daerah Pasar Lama, Pasar Baru, dsb.

Akulturasi Kebudayaan

Komunitas Cina Benteng merupakan komunitas hasil akulturasi. Kebanyakan adalah akulturasi Tionghoa dan Betawi. Kesenian tradisionalnya berupa cokek dan gambang kromong. Zaman sekarang di kota besar mungkin sulit menemukannya tapi coba bermain ke acara pernikahan di sekitaran Sewan, Kampung Melayu, dsb, kesenian-kesenian ini masih banyak dimainkan pada acara-acara besar seperti upacara pernikahan.

Pakaian adat Cina Benteng juga merupakan campuran dari pakaian adat Tionghoa dan Betawi. Sementara itu, meskipun sudah tidak bisa berbicara Bahasa Tionghoa, masyarakat Cina Benteng tetap mempertahankan tradisi leluhur seperti melakukan persembahyangan-persembahyangan (yang setelah saya pelajari merupakan ajaran Agama Khonghucu).

Satu lagi yang unik dari Cina Benteng biasanya adalah aksen berbicara. Bukan hanya etnis-etnis lain di Indonesia yang memiliki aksen khas, Cina Benteng juga. Meskipun aksennya kental sekali kemiripannya dengan Betawi tapi tetap Cina Benteng memiliki aksen sendiri. Biasanya orang-orang menambahkan kata “Jasa” untuk penekanan atau “Jah” atau “Jeh”.

Beberapa kata yang biasa digunakan masyarakat Cina Benteng :

– Ngejomplang = tinggi atau berat sebelah

– Ngejelonjong = lewat gitu aja

– Ngabadeg = banyak banget

– Recet = bawel

– Ngejogrog = diem aja

– Bangkis = bersin

– Ngeberegbeg = mules

– Ketelimbeng = bingung

– Ambalatak = berantakan

(Lebih banyak kata di sini)

Nah, kata-kata yang biasa digunakan mungkin juga adalah serapan dari Bahasa Betawi, Sunda dan Jawa. Seperti yang saya katakan, akulturasi budaya. :)

 

Kalau kalian semua berkunjung ke Tangerang, bagus banget mampir di Museum Benteng Heritage, Boen Tek Bio dan Boen San Bio untuk wisata sejarah Cina Benteng. Jangan lupa mampir beli Kecap Benteng, kecap khas Tangerang yang pabriknya udah ada sejak tahun 1920.

 

 

 

 

 

Museum Benteng Heritage

Boen Tek Bio

Boen San Bio

Source : agemautau@blogspot, WikiPedia

Advertisements

4 thoughts on “Yuk, Kenalan Sama Tionghoa Benteng (Cina Benteng)!

  1. Saya dr klaten jateng,.sy sering ke kisamaun,kbetulan ada temen buka galery lukisan (tiang art gallery) sy sering foto” di depan klenteng,tp mau masuk sungkan,.ga ada yg anterin,.asik tempatnya,.

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s