Tentang Perpindahan

Kenapa perasaan seseorang bisa berpindah dengan cepat? Bukankah dulu sewaktu masih ada perasaan itu maka kita selalu berkata bahwa kita akan bertahan? Lalu mau dikemanakan setiap kata yang diumbar dahulu? Yang selalu menjadi kata-kata pamungkas untuk menyemangati pertahanan kita alih-alih menyebutkan kita akan setia menanti. Mungkin aku bukan satu-satunya orang yang pernah ngerasain perasaan ini. Perasaan seperti apa? Perasaan bertepuk tangan dengan orang yang kita sayangi dan mencoba bertahan seolah kita memang bisa bertahan sampai akhir tapi ternyata proses move on yang kita alami berlangsung lebih mudah dari yang kita bayangkan. Karena apa? Karena ada seseorang yang baru yang menemani kita melewati keadaan yang tidak menyenangkan itu bersama-sama.

 

Ketika kita dihadapkan pada dua situasi yang sama-sama membuat kita bertahan. Yang pertama, saat di mana kita berusaha memperjuangkan rasa yang ada dalam hati kita walaupun balasan yang kita terima tidak setimpal dengan semua yang sudah kita berikan. Saat semua yang kita berikan rasa-rasanya hanya sia-sia karena rasa itu sepertinya tidak pernah diindahkan tapi sekuat apapun kita tetap bertekad untuk bertahan, saat itu orang di sekitar kita mungkin akan merasa bahwa kita memang sudah membuang waktu kita dengan hanya bertahan pada seseorang yang membuat kita bagai punguk itu.

 

Lalu yang kedua, saat ada seseorang yang datang dan memberikan kita semuanya yang kita butuhkan. Kenyamanan, perhatian, keterusterangan, dan lain sebagainya. Saat ada seseorang yang dengan intens memperlakukan kita selayaknya yang kita butuhkan. Seseorang yang tidak hanya memuji tapi juga membangun kita dengan kritikannya yang hebat. Seseorang yang tidak pernah menganggap pertengkaran kecil adalah sebuah pertengkaran. Seseorang yang pada akhirnya menyita seluruh perhatian dan mungkin hati kita, membuat kita berpaling dengan sempurna dari prinsip awal yang akan bertahan sekuat tenaga.

 

Maka memang perlakuan sangat berperan penting dalam rasa ini. Bagaimana bisa seseorang bertahan tanpa diindahkan? Bagaimana bisa kita begitu dibutakan saat jatuh cinta? Saat dia yang kita rasa tepat adalah seseorang yang mendiamkan kita seribu bahasa maka ia akan tertutupi dengan seseorang yang masuk dan memperlakukan kita bagai dunianya. Maka kembali lagi aku yakin kalo memang kodrat cewek adalah menunggu. Toh Tuhan di sana sudah memberikan satu orang pasangan bagi tiap-tiap orang. Maka aku juga menyimpulkan satu hal bahwa saat kita mencintai seseorang dan dia tidak ada padamu, maka mungkin dia bukan orang yang tepat. Maka mungkin pada kenyataannya ada seseorang di luar sana yang lebih berharga bagimu, yang akan memperlakukanmu seperti sesuatu yang sangat berharga, yang lebih worth it dan yang lebih pantas untuk kamu cintai.

 

Kota Kembang, 13 Juli 2012

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s