Mau Gak Mau, Inilah Hidup..

Manusia tidak akan bisa menolak apa yang sudah terjadi di kehidupan mereka. Mereka hanya bisa mengubahnya masa depan mereka. Selain perihal hidup yang terus berubah, hidup juga merupakan pilihan. Sadar atau tidak sadar, sejak kita baru saja menyuarakan tangisan di dunia ini, kita sudah hidup dalam pilihan.

Sejak kecil kita diajarkan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Untuk apa? Agar kita bisa memilih dengan benar. Dengan tepat. Saat kita lahir, berkembang, kita memilih apakah kita akan menuruti ajaran bunda/ayah kita untuk bisa berbicara atau berjalan atau makan sendiri. Kita memilih apakah kita ingin menjadi anak yang selalu dipuji oleh orang tua atau menjadi anak yang selalu mendapat omelan atau pukulan dari orang tua kita.

Setelah besar, kita diminta memilih apakah aku akan menjadi anak yang membanggakan orang tua dengan rajin belajar dan serius dalam sekolah atau menjadi anak yang hanya bisa membuat orang tua kecewa dengan bermalas-malasan. Bahkan saat kecil saya sudah dihadapi pilihan yang cukup sulit. Bagaimana jika di usia 5 tahun kalian ditanya akan memilih ayah/ibu? Apa kalian akan bisa memilih dengan bijak?

Sesungguhnya, menurut saya di dunia ini hanya ada dua pilihan. Hitam atau putih. Tidak ada pilihan abu-abu menurut saya. Pilihan abu-abu hanya untuk mereka yang tidak bisa memilih. Bayangkan jika kalian diberi pilihan, ikut ayah/ikut ibu? Jika kalian memilih abu-abu apakah mungkin kalian akan mengatakan “Aku ikut ayah satu hari dan ikut ibu satu hari.”

Lalu kemudian saat kalian memilih ingin sekolah di jurusan IPA/IPS, maka kalian akan memilih sehari di IPA dan sehari di IPS. Mana ada?

Hitam ataupun putih adalah perumpamaan pilihan. Bukan berarti semua pilihan hitam adalah buruk dan putih adalah baik. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa pilihan dalam hidup kita adalah pilihan antara yang baik dan yang baik atau yang kurang baik dengan yang kurang baik pula. Pilih sesuatu dengan hati dan pikiranmu. Pikirkan semua yang akan kau pilih sebelum kau benar-benar memilih. Untuk apa berpikir? Agar kita tidak menyesal saat nanti kita sudah memilih pilihan kita itu. Karena sebenarnya jika perlu kita tidak butuh penyesalan. Karena saat kita memilih, sesuatu yang sekarang kita sebut penyesalan adalah sesuatu yang dulunya menjadi pilihan yang kita yakini.

Lihatlah sekitarmu, yakinilah apa yang akan kau pilih. Hitam atau putih bukan masalah asalkan itu semua adalah sesuatu yang positif. Asalkan kau tahu mana yang terbaik. Jangan terpengaruh dengan apa yang mayoritas orang kerjakan. Mayoritas bukan berarti selalu benar, mayoritas bukan berarti juga adalah segala-galanya. Tanya pada  hati dan pikiranmu. Buka ia terhadap segala masukan-masukan yang ada dan mulailah memilih. Hidupmu ada di tanganmu, dan kau yang menentukan sendiri ke arah mana ia akan berjalan. Kiri atau kanan.. Pilihan A atau B..

:)

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s