Dream To Always Write.. (づ ̄ ³ ̄)づ

Sticky Notes di Notebook Gue ^^

Kenapa tiba-tiba ngeshare tentang sticky notes di notebook gue yang sebenarnya gak begitu penting. Mungkin buat semua yang baca ini, sticky notes di atas itu gak begitu penting. Mungkin juga itu cuma angin lalu yang emang cuma numpang lewat di telinga atau mata kalian. Tapi buat gue, sticky notes itu penting. Penting banget malah! Kalo gak penting kan gak akan gue buat sticky. Bener kan?

Mimpi gue jadi novelis memang sepertinya sudah terlampau banyak, penuh, dan sampai meluap-luap tak terkendali. Mimpi itu yang selalu bikin gue rajin menulis meskipun sampai sekarang belum ada satu draft novel pun yang berhasil saya selesaikan. Tapi setidaknya mimpi menjadi seorang author itu sudah ada yang sukses,gue berhasil jadi author fanfiction. Setidaknya itu membuat gue cukup senang dan bangga.

Kenapa gue nulisnya 111 hari membuat novel? Kalo 30 hari kan kecepetan. Cuma satu bulan mau jadi novel macam apa? Nah, jadi gue targetkan 111 hari. Minimal kalau sehari gue bisa bikin 3 halaman, maka dalam 111 hari gue akan bisa bikin naskah sebanyak 333 halaman dan itu pastinya udah memenuhi syarat untuk mengajukan novel gue diterbitkan, bahkan itu bisa jadi 2 novel. Ini mimpi! Semuanya memang harus berawal dari mimpi kan?! Mimpi gue bakal gue wujudin jadi kenyataan.

Gue sadar, ada kalanya diri gue gak produktif dan hanya bisa menghasilkan setengah halaman sehari tapi gue juga sadar ada kalanya gue lagi inspiratif banget dan membuat lebih dari 3 halaman sehari. Oke, jadi untuk target, gue menuntut diri gue untuk membuat 3 halaman sehari. Masalah bisa atau enggak, jalani aja, namanya juga usaha kan. :)

Novel seperti apa yang akan gue usahakan? Yang jelas masih seputar hal yang gue suka. Reader semua, Do’akan aku ya semoga novel itu bisa jadi. Bantu yaaa~ Satu do’a dari kalian 1000 kali lebih berarti buat gue . :)

 

Writing, to me, is simply thinking through my fingers. — Isaac Asimov

 

Writing is a mood-changing activity.

“Aku memaksakan diriku untuk mulai menullis di saat aku sudah sangat lelah, ketika aku merasa jiwaku setipis karu remi, ketika tidak ada sesuatu pun yang tampaknya pantas untuk dilakukan untuk 5 menit berikutnya. Dan…kegiatan menulis itu ternyata dapat mengubah segalanya.” – Joyce Carol Oates

 

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s