Bertahan..

Membicarakan hal yang paling random di dunia ini (baca : cinta) memang gak ada habisnya. Semua-semua tentang cinta juga tidak akan pernah habis kita ungkapkan melalui kata, terangkum lewat tulisan dan tercipta melalui nyanyian. Kalau gak ada hal absurd ini maka gak akan ada begitu banyak lagu cinta yang sekarang bisa kita dengar setiap hari, gak akan ada lagi novel-novel roman yang bertebaran di took-toko buku terdekat dan gak akan ada lagi yang bisa gue tulis di blog ini. Okay, setidaknya pastinya blog gue ini akan kekurangan postingan.

 

Mencintai pastinya bukan perkara mudah ya. Kita harus usaha untuk dapat perhatian dari orang yang kita sayangi, kemudian kita berusaha untuk mendapatkan perasaan yang kita berikan kembali ke kita. Pas nulis ini baru terpikir bahwa cinta itu sebenarnya egois juga ya. Saat mencintai kita berharap orang yang kita cinta itu membalas perasaan kita,cara apapun kita lakukan biar dia membalas perasaan kita.  Tapi apa kita ga berpikir kalau saja mungkin dia juga punya cintanya sendiri. Okay, gak mau bahas itu sekarang.

 

Saat menulis ini entah apa yang ada di pikiran gue, gue teringat perihal soal bertahan. Mungkin karena itu yang sedang banyak terjadi dalam lingkungan di sekitar gue dan kebetulan saat menulis ini gue baru aja baca tweet dari sebuah account twitter tentang bertahann-bertahan gitu.

BERTAHAN..

Bertahan itu sulit..

Bertahan itu usaha..

Bertahan itu bagaimana kita tetap mencintai meski kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti..

Bertahan, ini adalah satu hal yang memang kadang sangat menguji kesabaran.

Lebih sakit lagi jika kita berusaha bertahan di dalam keadaan di mana kita gak mendapatkan respon dari orang yang kita pertahankan itu. Di mana kita gak tahu apa yang ada di pikirannya, apa yang nantinya mungkin aja kita dapat dari dia.

Bertahan sebulan, dua bulan, tiga bulan, mungkin awalnya kita bisa, tapi gak semua orang bisa bertahan sampai akhir. Apalagi jika mereka bertahan sendirian. Mungkin awalnya di mulut kita dapat mengatakan bahwa kita bisa bertahan, kita akan bertahan, namun bisakah kita konsisten dengan kata-kata kita itu?

 

Bertahan itu sebuah perjuangan..

Perjuangan bagaimana kita bisa tetap dengan tulus menyayangi seseorang meskipun sebenarnya kita sendiri gak akan pernah tahu apa balasan yang akan kita dapat nanti dari orang yang kita pertahankan itu. Kalau-kalau nantinya balasannya sesuai dengan pengharapan kita maka pasti kita ngerasa kalau penantian kita gak sia-sia tapi bagaimana jika pada akhirnya setelah kita lama bertahan, berusaha setia pada satu perasaan itu namun orang yang kita sayangi pergi begitu saja bersama orang lain? Pada saat itu bohong kalau kita bicara bahwa hati kita tidak sakit.

Lalu jika hal itu terjadi apakah sesorang yang telah bertahan akan merasa bahwa penantiannya itu sia-sia? Pengorbanan yang ia lakukan semuanya sirna, terbuang sia-sia. Lalu jika kita tidak siap dengan resiko sepahit itu maka mengapa sekarang kita masih mau mencoba untuk menyayangi dan menjadi orang yang bertahan? Jika memikirkannya saja dapat membuat kita bersedih maka apakah kita sudah siap dengan segala resiko yang mungkinnya akan kita terima suatu saat nanti?

Lalu apakah kita harus menyerah?

Jika semua orang dapat mendapatkan cinta dengan mudahnya, maka tidak akan ada lagi keagungan dalam cinta. Maka cinta bukanlah sesuatu yang berharga lagi jika dengan mudah bisa didapatkan. Maka akan semakin mudah mempermainkan cinta itu sendiri jika ia tidak memerlukan perjuangan dan pengorbanan juga ketulusan dan kesetiaan..

 

Cloudy night

Bandung, 05-06 Januari 2012

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s