Esensi Ketulusanku

Bagiku cinta itu rasa nyata yang menyala terang di kala malam terasa gelap

Ia memberi cahaya ketika padam tiba

Ia memberi kesejukan yang terkadang tak bisa aku rasakan

Cinta bukan berarti melalui setiap detikmu dengan kebahagiaan, tapi mewarnai hidupmu dengan dilematikanya

Bukan cinta yang bisa dipersalahkan jika kehidupan menjadi durja karenanya

Tapi karena itulah esensi cinta

Jika cinta adalah penerangan di kegelapan malam maka kaulah pendar cahaya yang selalu menerangi sisi gelap hatiku

Kau pendar yang selalu kudamba,

yang kucari kala aku haus akan semangat,

yang kucari kala aku dahaga akan senyuman,

serta yang kucari kala aku lapar akan keceriaan..

Maka bagi hati kecilku yang tulus ini kau adalah mentari—entah mentari pagi, siang, senja ataupun yang tak terlihat kala malam

Engkau adalah bintang terbesar yang kuakui

Dalam hati kecilku ini mungkin berjuta mega mendung menutupi pendarmu—membuatku tidak dapat berlari merasakan hangatmu

Mungkin hujan senang bermain hingga kau tak sengaja tersembunyikan

Tapi aku tetap setia, aku duduk menunggu kau kembali—meskipun sebenarnya kau tidak pernah pergi

Kau adalah satu-satunya hal yang kubisikkan pada angin setiap kali ia menanyakan harapanku

Kau adalah satu-satunya orang dimana pintaku pada hujan tertuju

Kau adalah satu-satunya orang yang selalu dapat dengan tenang mencuri semua indah hatiku tanpa pernah menjadi pidana

Kau adalah satu-satunya orang tempat semua untai kata indahku tertulis atau tempat semua senandung merduku terlantun

Kau adalah satu-satunya orang yang ingin kucintai dengan sederhana

Kau adalah satu-satunya orang yang kuharap akan berjalan pelan ke arahku dan menyadari bahwa kau dan aku kelak akan menjadi satu

Semua berawal dari harapanku

Semua berawal dari hati kecilku yang tulus

Semua berawal dari senyuman indah dan binar dari mata masing-masing kita

Jangan pernah putuskan benang asamu

Jangan pernah ragu akan ketulusan yang pernah kuberikan

Jangan pernah takut aku berubah

Jangan pernah takut bahwa kau akan tergantikan

Jangan pernah hiraukan penghalang pendarmu itu

Melangkahlah ke arahku dan semua akan baik-baik saja

Melangkahlah ke arahku dan akan kita lewati semua bersama

Percayalah akan ketulusanku dan bergeraklah…

 

Bandung, 26 November 2011

01.30

 

 

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s