Virus ‘Kangen Rumah’

‘Kangen Rumah’ ..

Rasanya dua kata ini udah familiar banget ya di telinga anak-anak perantau yang menghabiskan hampir seluruh waktu hidupnya di kost. Agak beda sih  sama gue yang tinggalnya di mess bukan kost. Buat yang nanya apa bedanya mess sama kost, kalo di kost itu kita satu kamar seorang nah di mess gue sekamar bisa 5 orang. o_O

Sebenarnya gak ngaruh lah disebut mess atau kost. Yang penting itu sama-sama jauh dari orang tua. Hmm, buat temen gue, Mentari dan Egi yang pulang weekend ini mungkin sakit ‘Kangen Rumah’nya udah bisa terobati ya. Gitu juga buat seseorang yang weekend ini dikunjungi sama keluarganya.

Di kampus gue, ATPK (Akademi Teknologi Pulp dan Kertas, Bandung), lebih tepatnya di mess cewek, fivebulous zone, itu lagi terkena virus. Virus ‘Kangen Rumah’!

Apa sebabnya?? Sebabnya biasanya karena badan kurang fit,  pikiran kacau, hati mellow dan didukung suasana yang dingin-dingin ujan gitu.. Efek samping virus ini adalah kami sekamar bergantian bersedih hati, murung dan bahkan bisa meneteskan air mata.

Wajar sih ya kalau kita kangen rumah, namanya jauh dari orang tua, jauh dari keluarga. Tapi apa mau disesali? Waktu itu udah berjalan sampai saat ini, lepas hampir 2 bulan kami meninggalkan rumah. Apakah dengan bersedih tentang keluarga di rumah lalu kita bisa dalam sekejap berada di sana dan berpeluk-pelukan hangat dengan mereka?? Gak bisa..

 Apa dengan nangis karena kangen mereka maka tiba-tiba ada sosok mama yang bisa menghapus air mata kita?? Ga ada..

Apa saat kita merasa menyesali keberadaan kita di sini maka tiba-tiba ayah atau adikmu ada di sampingmu?? Ga bisa..

Ini semua resiko, resiko yang harus kita jalani.. Resiko yang kalau kita berhasil lewatin ini sekarang maka ke depan nanti akan lebih mudah untuk kita.

Gue ngomong gini bukan berarti gue gak kangen rumah, bukan berarti gue gak kangen keluarga dan bukan berarti juga gue ga suka liat temen gue kangen rumahnya. Sama sekali bukan!

Perlu diketahui, gue juga kangen. Gue sampai malam-malam pergi sendirian karena kangen rumah, gue nenangin diri supaya gue ga terlalu bersedih di depan temen-temen gue. Yang kita perluin adalah tetap mengingat mereka yang di rumah, mendoakan mereka dan jangan lupa untuk tetap memerhatikan mereka..

Seenak-enaknya tempat yang kita tinggali, tetap yang paling nyaman adalah rumah kita sendiri..

Buat temen-temen sekamar, temen-temen satu mess, senior-senior gue yang baik hati, terima kasih banyak karena udah jadi sosok saudara, koko, cici ataupun adik yang baik buat gue..

Makasih karena udah jadi keluarga kedua gue di sini jadi gue gak ngerasa kesepian dan gak sering terjangkit virus ‘kangen rumah’..

:)

 

P.S. : sedih banget ga bisa pulang weekend ini.. Padahal nyokap gue ultah! But, HAPPY BIRTHDAY MOM. Wish you nothing but all the best.. Love you :*

Bandung, 06-11-11

 

Advertisements

One thought on “Virus ‘Kangen Rumah’

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s