Their Fiction~

Ini adalah sesuatu..

Sesuatu yang gue buat untuk temen gue berdasarkan pengalaman hidupnya mungkin .. Karena merasa kata2nya bagus, gak ada salahnya dishare di blog gue yaa .

Happy reading , semoga bermanfaat ..

^^

***

Suatu hubungan memang diawali dengan indah. Tapi apakah ia bisa tetap indah sampai akhirnya??”-Mala

oOo

Sesungguhnya bukan aku yang menginginkan semua ini. Semuanya yang berlalu sangat berat. Apakah aku pernah berkata padamu bahwa aku ingin semua berakhir pahit? Cinta datang tanpa diduga dan begitu pula dengan perginya. Bukan aku ingin kau pergi. Bukan aku ingin menghapusmu atau mengusirmu dari hidupku. Bukan aku yang semata-mata memutuskan semua hingga di sini. Tak ada satu pun kamu maupun aku yang rela dengan apa yang sudah menjadi keputusan ini. Lalu haruskah sekarang kau dengungkan pada semua orang seolah ini kehendakku? Apakah kau tidak pernah mengerti dengan apa yang terjadi di antara kita? Semua-semua yang dahulu kuperjuangkan rasanya begitu sia-sia.

oOo

Aku tahu cinta kita dimulai dengan ketidaksengajaan. Seperti angin yang tak sengaja membawa awan pergi bersamanya. Seperti air yang membawa sebuah balok kayu ke tempat yang diinginkannya. Aku tahu dulu rasa ini hanyalah sebuah titik bening yang tak terlihat, tak terasa dan tak teraba. Dahulu perasaan ini tidak pernah kusadari hadir dan menempati sudut hatiku yang kosong. Kau berhasil membuat aku mengikuti arusmu, masuk ke dalam kehidupanmu yang tak kukira akan menjadikanku sebagai seorang manusia yang selalu memperlajari arti dari tiap kehidupan. Aku tak sadar bahwa pada akhirnya aku akan ada bersamamu, bersanding berdua meninggalkan status ‘single’ yang selama ini bersarang dalam diri kita. Aku tidak pernah mengira kaulah yang akan membantu menyembuhkan luka kehidupanku. Aku bahkan tidak pernah habis pikir bahwa aku pada akhirnya akan jatuh dalam pelukanmu.

Seperti pada dasarnya semua orang yang menyatakan cinta, kau mengatakan tiga kata pengubah dunia itu padaku. ‘Aku sayang kamu’. Cukup tiga kata itu saja yang kau ucap padaku. Aku tidak pernah berharap kau mempunyai seluruh keberanian untuk menyatakannya secara langsung padaku. Aku tidak pernah meminta kau melakukan sesuatu yang mewah ataupun berkesan. Karena bagiku pernyataan tulusmulah yang paling berkesan. Mungkin awalnya hanyalah perasaan tidak tega mendominasi. Hanya sebagai penyembuh luka, pelampiasan kekesalah akibat cintaku yang dulu tertindas. Maaf karena pada awalnya bukanlah hati tulusku yang menjawab semua cintamu. Maaf…

oOo

Waktu dapat kita lewati dengan lapang dan bijak. Tak jarang pasir, kerikil ataupun batuan kecil menghadang pandangan mata kita. Merasuki sinar mata hingga kadang membutakan hati nurani. Perlahan kau pupuk cinta yang ada dalam hati, yang awalnya kupersembahkan untuk orang lain. Kau buat ia menjadi tanaman yang tumbuh besar, yang tak lapuk dimakan waktu dan tak habis didera zaman. Aku percaya dengan kata itu, cinta ada karena terbiasa. Karena kali ini kau telah membuktikannya sendiri padaku. Aku.. Hanya aku dan kau yang sekarang merajut kisah kita berdua. Di luar sana tak pernah akan ada yang mengerti tentang kita. Karena ini hanya tentang kita, tentang aku dan kamu. Kau beri warna-warni dalam hidupku. Tak jarang kau beri aku semburat merah merekah tanda bahagia namun tak jarang juga kau goresi dinding hati ini dengan galaunya kilau kelabu. Tak jarang pula kau kuliti hatiku sehingga kristal yang selama ini enggan kutunjukkan menjadi keluar dengan sendirinya.

Aku tak pernah tahu mengapa kau seperti itu. Apakah kau sama bejatnya dengan para kaum adam yang sering tersebut jahat di luar sana?? Apakah mulut manis hanya kedokmu? Apakah kau juga akan menjadi dalang dengan membuatku menjadi seorang boneka?? Aku tidak mau! Aku sungguh kadang kesal dengan semua tingkahmu yang memasung kedua kaki tanganku. Apakah kau tidak tahu bahwa aku juga manusia?? Aku juga ingin rasanya memberontak. Tapi tiap kali tangan ini berusaha berontak, hati ini mendorongku untuk menangis. Aku ingin berontak, bukan menangis! Aku memaki diriku kesal. Mengapa kau buat cinta ini membutakan mataku!? Aku terlihat seperti boneka bodoh yang tunduk padamu. Tapi aku menikmatinya…

oOo

Tidak ada jalan yang lurus tanpa belokan ataupun cekungan di dalamnya. Segala sesuatu yang mempunyai awal pastilah mempunyai akhir. Entah apakah akhir itu menjadi tidak kekal seperti awal ataukah akhir itu justru menjadi kekal menutupi semua awal yang ada. Entah nantinya akan adakah awal lagi atau tidak akan pernah ada awal yang cerah seperti awal kita bersama. Perbedaan kita ternyata tidak menciptakan keharmonisan. Ternyata ini bukan kehendakku atau kehendakmu. Kehendak Tuhan! Semua kehendak Tuhan! Aku tak bicara tentang ini menurut agama apa atau apa. Yang jelas aku percaya semua sudah digariskan. Aku hanya bisa mengubah dan menjalani dengan ikhlas. Tunggu, aku bisa mengubah? Apakah aku bisa mengubah keadaan kita? Kurasa tidak! Aku lelah. Aku lelah jika harus bersembunyi di balik kan tipis di mana tiap orang bisa saja melihatku dan kau. Aku lelah berkejaran di tengah badai yang selalu menghantuiku. Aku lelah bermain dengan kebohongan dan pengkhianatan.

Perpisahan memang bukanlah yang kumau. Tapi aku tidak bisa hanya menahanmu demi keinginan busukku. Apakah aku harus ikut bersamamu? Tidak! Cerita ini mungkin hanya cukup sampai di sini. Aku tahu tak mudah berlari meninggalkan manis bayangmu yang menghiasi hatiku dulu. Tapi perbedaan ini memaksaku bertindak. Perbedaan ini memisahkan kita. Kita tidak bisa lagi berada dalam satu jalur panjang yang niatnya akan kita lalui bersama. Sudah kukatakan padamu bahwa aku tidak ingin begini. Aku tidak ingin benang merah cinta kita putus.

Aku muak berpura-pura tersenyum. Aku benci pura-pura tertawa dan pura-pura gembira. Mengapa sekarang kau seakan menyalahkan semua keadaanku?? Tidakkah kau pikir di mana bentuk keridhoanmu dan sisa kasih sayangmu padaku? Tidakkah kau mengerti aku juga tak ingin begini?! Tidakkah kau sadari dirimu juga bersalah dulu. Mengapa sekarang kau pergi seakan semua itu mauku. Kau benci aku, kau siksa aku. Benci aku jika memang kau mau! Benci aku jika kau memang ingin! Jika itu satu-satunya yang dapat melegakan hatimu yang kecil. Benci aku, jangan pikirkan aku lagi. Aku masih membuka buku berdebu tentang masa lalu kita. Aku masih melihat potret dirimu. Aku masih teringat kamu karena sekarang sudah tak ada lagi kau. Hampa tanpa cintamu yang kurasakan. Aku berharap benang merah itu terjalin lagi.

Tapi itu dulu. Dulu juga kau yang memintaku menyambungnya, tapi sekarang kau tak peduli lagi. Sekarang sudah tak ada lagi. Aku sudah tak harus berpura-pura senang di depanmu. Aku tidak berharap lagi. Aku tahu kau. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan. Sulit memang melupakan wajahmu yang selalu terbayang olehku. Tapi aku sudah membiarkanmu pergi. Terima kasih. Jangan lagi kau cari aku yang dulu…

Tangerang, 25 Maret 2011

15.45

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s