Pintu Mati

Hatiku tawar
Tanpa rasa baik manis, asin atau bahkan pahit
Memang sudah kucoba melakukan semua
Menikmati tiap helai kenikmatan yang kudapat dari diriku sendiri
Tanpa adanya bantuan campur tangan orang lain
Aku meniti jalan bahagiaku tanpa kata
Meresapi setiap suasana yang damai tanpa apapun
Tapi perlahan aku jenuh juga
Bosan dengan semua yang kukira akan bertahan lama
Aku benci rasaku yang mati
Aku bench bagaimana rasanya aku kesepian dan tiada satupn yang mampu membakar api jiwa ini
Aku benci bagaimana rasanya aku takut untuk merasakan kehangatan lagi
Aku benci aku yang takut memulai karena takut kehilangan
Aku benci keadaanku sekarang
Bukan aku tak ingin keluar dari jalur hidup yang lambat laun menyiksaku ini
Tapi aku tak bisa melakukannya
Aku berharap ada seseorang yang membantuku
Tapi aku tak tahu kapan orang itu datang
Aku harus menunggu
Bukan menunggu seseorang datang tetap menunggu pintuku bisa lebih luas terbuka
Aku sedih karena sudah tiada yang mengetuk pintuku
Aku merasa terseret dalam ombak kegalauan dan kesepian
Tapi kutahu aku harus tahun menunggu..

TANGERANG, 26 MARET 2011

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s