Solve It

“Saat masalah baru saja datang kehadapanmu dan jika kau masih memiliki banyak waktu, tahan dahulu masalah itu dan pikirkanlah solusinya. Solusi yang dicari saat pikiran kita sedang kacau tidak akan menjadi solusi yang tepat. Cepat tanpa ketepatan akan percuma adanya~DSC”

 

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling berharga. Maka dari itu, manusia diciptakan dengan akal budi, pikiran, dan hati nurani. Manusia diberi bekal akal budi dan hati nurani agar mereka dapat menyelesaikan tiap persoalan yang ada dalam hidup mereka masing-masing. Tentu saja persoalan manusia itu bermacam-macam. Ada persoalan yang membuat manusia menjadi lebih sabar, lebih tegar, lebih bijaksana, lebih cermat, dan lain sebagainya. Tuhan menciptakan masalah dan persoalan untuk manusia agar mereka dapat memperbaharui diri setiap hari dan akan menjadi seseorang manusia yang sesungguhnya.

Ada satu hal yang kadang manusia lupakan. Kadang karena tidak mau menyiman masalahnya, manusia seringkali tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dalam masalahnya. Padahal kadang manusia mendapatkan waktu yang cukup untuk mereka memikirkan solusi dari masalah mereka tersebut. Memang, tidak semua masalah mempunyai waktu penyelesaian yang lama. Ketika suatu masalah memaksa kita untuk berpikir cepat dan tepat, kita harus bisa melakukan itu dan tidak akan menyesali apa keputusan kita di kemudian hari.

Maka dari itu, manusia perlu belajar untuk berpikir cepat dan tepat. Berpikir cepat dan tepat saat keadaan memaksa kita menyelesaikan masalah sesegera mungkin. Berpikir tepat dan cepat untuk kita pakai dalam menyelesaikan masalah yang memiliki jangka waktu penyelesaian agak panjang. Sesungguhnya saat pikiran kita kacau dan berantakan, keputusan yang kita ambil kadang hanya berupa pikiran sesaat yang mungkin belum kita telaah kembali apa yang ada di adlamnya dan yang menyertainya. Ini kadang membuat kita menyesal di kemudian hari.

Selesaikanlah masalah dengan hati tenang dan kepala dingin. Dengan begitu kita dapat menentukan apa yang terbaik untuk diri kita dan orang lain. Dan tentu saja kita tidak akan merasakan adanya penyesalan di kemudian hari.

Ini hanya sebagai sebuah naskah yang mengingatkan kita untuk berpikir dalam ketenangan dan kedamaian. Saya membaginya karena saya belum bisa melakukan itu dengan sepenuh hati. Mungkin kawan-kawan yang membaca dapat membantu dan bersama-sama belajar untuk berpikir dengan kepala dingin dan dengan pertimbangan yang matang.

Keep trying to solve the problem well ! :D

 

 

Tangerang, 20 April 2010

Advertisements

Your feedback is a gift

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s